Maret 2008

Arti Kegagalan Bagi Penulis

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman saya mengirimkan sebuah email yang berisi beberapa pertanyaan mengenai diri saya hanya sekedar untuk iseng-isengan dan karena saya juga kebetulan orang iseng, saya pun tanpa malu-malu menghabiskan waktu saya untuk mengisi pertanyaan-pertanyaan tersebut (^_^).

Diantara semua pertanyaan yang diberikan, ada satu pertanyaan serius(yah, dibandingkan dengan:apa warna bola mata anda dan pop corn jenis apa yang anda sukai, pertanyaan tersebut boleh dibilang serius,hahaha...),yaitu: Apa yang menginspirasi anda?
Ini pertanyaan mudah, dan dengan cepat saya menjawab: KISAH JK Rowling. Lalu, mengapa JK Rowling?
Sekarang ini, siapa yang tak kenal J.K.Rowling? inilah “penyihir” sebenarnya yang telah mengipnotis seluruh dunia dengan tujuh serial penyihir dan telah dinobatkan menjadi wanita terkaya di Inggris. Semua terlihat begitu sempurna bagi wanita yang akrabnya dipanggil Jo ini namun, siapa yang pernah mengira bahwa dulunya Jo hanyalah wanita miskin yang hidup dari santunan pemerintah?

Cerita bermula saat Jo bekerja menjadi sekretaris di Amnesty International(London), sebuah organisasi yang berkampanye melawan penyalahgunaan hak-hak asasi manusia di seluruh dunia. Saat itu, Jo sendiri mengatakan bahwa dia mungkin adalah sekretaris terburuk di dunia, mengingat dia tak pernah menyimak isi rapat karena sibuk berkhayal atau memikirkan nama karakter baru dari ceritanya. Cerita pun berlanjut pada suatu waktu, saat menunggu kereta yang terlambat selama 4 jam, berbagai ide bermunculan begitu saja di benaknya dan yang terbayang saat itu adalah seorang ANAK LAKI-LAKI BERKACAMATA, BERAMBUT HITAM ACAK-ACAKAN,YANG TAK TAHU BAHWA DIA ADALAH PENYIHIR.Dia pun tak mau melewatkan kesempatan berharga itu dan mulai menuliskan semua idenya namun sayang, pada saat itu, pena yang dia miliki tak berfungsi dengan baik dan tintanya habis sementara Jo sendiri malu untuk meminjam pena pada orang-orang di sekitarnya sehingga ketika pulang dan menggenggam pena, satu per satu detail yang tadi menghampirinya sudah mulai lenyap dan akhirnya, karena tak mau semua detail itu hilang, malam itu juga, Jo menulis episode Harry Potter yang pertama,Philosopher’s stone (Untuk pasaran Amerika, berjudul Sorcerer’s stone).
Akhirnya, pada tahun 1995, Jo pun menyelesaikan bukunya (fiuuh...) dan, karena saat itu katanya Jo minta ampun miskinnya, Jo pun mengetik ulang naskahnya dengan mesin tik manual murah beberapa kopian karena tak mampu membayar biaya fotokopi namun, Jo tak pernah menyerah dan selalu melihat semua hal dalam sudut pandang positif dan humor bahkan konon, tokoh Ron sendiri banyak terinspirasi dari kehidupannya saat itu.
Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Mungkin itu peribahasa paling tepat untuk menggambarkan kondisi Jo saat itu karena ternyata karyanya itu malah ditolak mentah-mentah oleh berbagai penerbit, sampai akhirnya Jo bertemu dengan Christopher Little, sang agen yang bersedia membantu Jo untuk menerbitkan bukunya. Namun, keberuntungan belum juga datang karena Christopher sendiri banyak ditolak berbagai penerbit dengan berbagai alasan, mulai dari kurang menarik, tak masuk akal, kurang membumi sampai terlalu banyak berkhayal.
Namun akhirnya, dewi fortuna mampir juga lewat persetujuan Bloomsbury Children’s Books untuk menerbitkan bukunya dengan syarat, Jo harus menggunakan dua inisial namanya dan karena itulah muncul nama Kathleen, nama nenek kesayangan Jo dan akhirnya, di setiap buku Harry Potter, nama penulis yang selalu tertulis dengan manisnya adalah J.K.Rowling
Cerita yang berliku-liku memang tapi, ada dua hal yang bisa saya tarik menjadi moral cerita ini:JANGAN TAKUT MENCOBA dan JANGAN KAPOK GAGAL.
Terkadang dalam kehidupan kita, kita takut mencoba hal-hal baru karena berbagai alasan, mulai dari alasan waktu (“Wah, saya terlalu tua untuk itu”,”Wah, itu bisa membuang waktu saya”), Resiko(“Bagaimana kalo saya merugi?”), sampe tanggapan orang lain(“Saya ingin menjadi penari balet profesional,tapi apa kata orang mengenai laki-laki yang ingin menjadi penari?”) yang membuat kita sendiri menciptakan jarak antara diri kita dan tujuan atau impian kita dan akhirnya, saat kita berusia lanjut, saat kita tidak lagi memiliki kesempatan untuk mengecap KEGAGALAN untuk menuju KESUKSESAN, kita malah menyalahkan orang lain, bahkan Tuhan, padahal sebenarnya, semua itu tergantung pada diri kita sendiri. Ingat, JK Rowling sebenarnya seorang sekretaris namun dia berani mengambil resiko dengan meninggalkan pekerjaannya untuk melakukan pekerjaan impiannya,yaitu: menulis
Kondisi kedua adalah, saat kita telah mencoba dan akhirnya menyerah karena beberapa kali gagal padahal seharusnya kita tahu, kalo gagal bukan akhir dari segalanya namun sebaliknya, SEMAKIN BANYAK KITA GAGAL, SEMAKIN DEKAT KITA DENGAN KEBERHASILAN, seperti yang saya kutip dari jawaban Thomas Alfa Edison saat ditanya mengenai kunci kesuksesannya: “SAYA SUKSES, KARENA SAYA TELAH KEHABISAN APA YANG DISEBUT KEGAGALAN”.
Kita harus tahu, kalo sukses bukan pemberian dan bukan pula hasil keberuntungan semata tapi, sukses sendiri adalah PROSES yang mana, dalam proses menuju SUKSES, terkadang kita harus melalui KEGAGALAN.
Adapun, berdasarkan cerita di atas, menurut saya, ada dua macam kegagalan:

1. Kegagalan sebagai kesuksesan yang tertunda

Kegagalan ini hanyalah bersifat sementara karena, asalkan kita bisa belajar dari kegagalan dan menerimanya dengan lapang, pintu sukses sudah berada selangkah lebih dekat dengan kita

2. Kegagalan sebagai kejatuhan yang terunda
Kita harus tahu, pada saat kita menyerah karena kapok gagal, saat itulah kita mengalami kegagalan permanen dan menunggu kejatuhan. Ingat, tanamkan dalam diri kita bahwa, pada saat kita berhenti mencoba maka pada saat itulah kita pantas disebut sebagai orang yang gagal alias pecundang.
See?Kita tak akan pernah sukses bila takut mencoba atau kapok gagal karena, jatuh-bangun ataupun gagal-sukses adalah seni kehidupan yang menandakan bahwa kita “hidup”, yang bila saya umpamakan dengan alat pengukur detak jantung, saat garis bergerak naik turun, itulah saat kita hidup dan saat garisnya datar-datar saja, itulah tandanya kita telah meninggal. Jadi, siapkah kita untuk membuat HIDUP KITA LEBIH HIDUP? (boleh kan, menyontek dari iklan,hehehe...)



“Winners never quit, Quitters never win !!”


Kisah Si Penulis Tanpa Tanda Jasa

“Senang Sekali novel pertamaku ini akhirnya naik cetak juga ...”
Cyntia Surentu-Pacarku Selebriti
“Akhirnya! Novel pertama gue diterbitin juga...”
Eifel – Teman Tapi Musuh
“UNBELIEVABLE!! My Lullaby yang menjadi proyek iseng masa liburan akhirnya diterbitkan...”
Vie – My Lullaby

Tak terasa, air liur saya menetes juga (Cuih! Dasar Jorok!). Yaah, siapa juga sih yang nggak iri melihat banyak teman-teman penulis yang sudah berhasil menerbitkan buku sementara saya? Hanya terdiam dan ngiler membaca sederetan ucapan terima kasih mereka (huwaaaa....).
Memang, membaca ucapan terima kasih adalah salah satu hobi aneh saya, yang ternyata berhasil untuk terus memompa saya agar dapat terus memotivasi diri. Selain hobi aneh tersebut, saya juga suka mengunjungi Forum Pulau Penulis yang selalu menyumbangkan mental positif terhadap PTTJ (Penulis Tanpa Tanda Jasa) seperti saya agar selalu semangat. Pokoknya forum itu TOP deh. Buat yang memang hasratnya menulis, perlu deh berkunjung ke sana.

Di samping dua hobi saya itu, saya juga membiasakan diri untuk terus membaca chicken soup for the writer’s soul yang sudah saya anggap sebagai “kitab pegangan penulis” saya yang mana, di dalam buku tersebut, ada rentetan kalimat yang benar-benar mengerti penderitaan (hiperbola,huh!!) PTTJ seperti saya. Mm, saya tulis di sini ya, biar teman-teman juga tambah semangat :
Ada Satu Hal Yang Dimiliki Semua Penulis Sukses : Tabah Menghadapi Penolakan. Berulang Kali (Ini mah gue banget!!he..he..he..hikz!!). Mungkin Selama Bertahun-tahun. Seorang Profesional Sejati mempunyai sebuah keranjang sampah penuh kertas, satu laci (atau lebih) penuh surat penolakan dan tentu saja, satu lagi tulisan yang sedang dikerjakan.Rasanya, setiap membaca kalimat tersebut, semangat saya terus terpompa karena bagaimanapun kecewa dan hancurnya perasaan saya (ciee..kalah deh patah hati) setiap kali ditolak, saya harus tetap menyiapkan tulisan yang baru karena saya jadi teringat kembali dengan alasan saya menulis yaitu : ......
Alasannya hanya karena menulis memang satu-satunya hal yang AMAT SANGAT SAYA SUKAI. Saya menulis karena memang begitulah saya dari kecil bahkan waktu SD, saya pernah menjual selembar cerita rekaan saya seharga Seratus Rupiah pada seorang teman saya. Entah karena dianya yang nggak enak sama saya, dianya kebanyakan uang, saya memang jago pemasaran atau...cerita saya memang benar-benar bagus (saya cenderung percaya pada yang terakhir ini,hahaha...Narsis!!)
Soal sistem penjualannya, bila saya ingat-ingat, rasanya lucu juga. Ceritanya, saya menggambar enam kotak dalam selembar kertas yang mana, setiap kotaknya saya tulis judul-judul cerita yang sebagian sudah saya tulis dan sebagiannya lagi belum sempat saya tulis tapi ide ceritanya sudah ada di kepala saya. Nah, lucunya, satu-satunya teman saya (sebut saja mawar) yang membeli waktu itu malah memilih judul yang belum saya tulis. Wuiih, langsung deh saya tulis cepat-cepat dan langsung dijual. HOAAAAAH!!!!Senangnya....Penghasilan Pertama Dari Menulis !!!
Pokoknya, menulis sudah menjadi bagian hidup saya sejak SD bahkan sampai kuliah dan akhirnya, satu dari artikel-artikel yang saya kirim diterbitkan juga di majalah cita cinta. Wuaah..senangnya...
Mm...rasanya, hidup saya hampa tanpa menulis dan karena itu, saya akan terus membagi pengalaman menulis saya (dan juga para penulis lain) yang saya harap bisa memotivasi dan menghibur teman-teman penulis semua untuk tetap berkarya.
Akhirnya, bagi teman-teman penulis, keep on writing,ya...karena, seperti kata Bud Gardner :
Ketika Kamu Bicara, kata-katamu hanya bergaung ke seberang ruangan atau di sepanjang koridor. Tapi ketika kamu menulis, kata-katamu bergaung sepanjang Jaman.
(saking sukanya aku sama kalimat ini, sampe aku taruh di skripsiku lo!!)

Nb: bagi yang punya pengalaman dan cerita yang memotivasi para PTTJ, silahkan ditulis di comments, nanti saya postingkan beserta nama dan URL Blog kamu


Causes of Ilegal Music Product's Existence

What causes the existence of Illegal Music Product in Indonesia ? Let’s see factors below:


•Advance of Technology
Let’s imagine what if there is no technology advance in Indonesia and people don’t know how to record song whether by burning a CD, downloading song from internet or the other ways, I believe the piracy will not become a serious problem for us. Actually, the advance of technology purposed to be good but, in this difficult economic condition, it is hard for people not to take advantage for this easiness in making the illegal copy and sell it for profit of their own. All they need just Computer (can be bought or just hire it ), Printer, Scanner, Empty CDs, Master CD, Paper and Plastic Seal and, they can be suppliers. What an easy way to get money. So, by this easiness for being the suppliers, how can Illegal CD and MP3 doesn’t exist in the market?
•High Price of original Music Product
As what have been told before, Illegal Music Product exist as the substitution for the original one because of the expensive price of that good so, we can make one conclusion here that, the pricing policy connected with original goods determines the existence of the Illegal one. Because, as what have been said in substitution theory, the more the price of the original increased, the more the demand for Illegal. In this case, supplier of the original also realize this condition but, they can’t do nothing about the price because the price covers their cost and the reduction of price will create loss for them. So, what makes it expensive?
To make one original product, there are many procedures to be passed. One of it is payment of royalty, for the artist, composer ( mechanical royalty / copyright ) and Producer. Royalty can be divided into : Royalty paid for unit product sold and Royalty paid as a whole. Royalty for a new artist is around 5,5 – 6% from the unit price, middle-level artis is around 7 – 10 % and upper-level artist is around 10-11%. Royalty for the composer which exist after the composer gives the authority for the other parties ( can be record company or publisher ) to produce his/her product. Then, Royalty for the producer. The existence of this royalty is usually for the making of solo album and, usually, this royalty is almost half from the unit price. Beside royalty, there are PPN (Pajak Pertambahan Nilai) which is around 10%, PPH ( Pajak Penghasilan ) which is around 15%, PPBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) which is around 20-35%, Seller Agents fee, Copyright tax paid to ASIRI (Sound Recording Industry Association of Indonesia), box and packaging cover, retribution, production cost ( based on whether the cost is high or not ), Marketing Cost and other miscellaneous costs. So, it is not weird if the price of the illegal Music Product is cheaper, that is, because they don’t have to pay and pass all the procedures above.

Then, after it existed, it began to develop and develop until its quantity exceeds the original one and become the winner in the competition. So, what actually can support it to be happened? Just see the factors below :

•Supported complement
In this case, the complement also takes role and what could be the perfect complement for illegal CD and MP3 beside the player? It has been told before that there are also the Illegal Goods In the form of CD and VCD player and illegal here means cheap so, when the Quantity demand for Illegal Music Product increases, Quantity demand for Illegal CD and VCD Player will also increases. Then, CD and VCD player supplier will supply more for profit and of course, it will increase the demand for Illegal CD because people tend to buy more CD if they already had the player.
•High profit for the sellers
Now, talking about the sellers. What makes them interested to involve in this business ? the one and only answer is its profit, which tease them to involve in this risky business. Based on one sample case from POLDA SULUT, the seller just buy it for Rp.2,200,-/unit and sell it around Rp. 5,000.-. The profit they get is around Rp.2,800.-/unit. Let’s assume If in one day, there are 50 units sold, the profit will be Rp. 140.000,-. About the capital, just say they must buy 1000 pieces so, they just prepare Rp.2,200,000.- to begin this business and create profit. It’s very easy way in building a business, isn’t it?


•Consumer Preferences
Consumers are heterogeneous which means, in this case, we can divide the consumers to : Consumers who like Quality product, like Cheap Product, and some like Quality and cheap product. This concept explains that, it’s not impossible for middle-upper income people to buy illegal while the other middle-income people keep purchasing the original one. This preference also will determine whether illegal will be normal goods or inferior goods while income increases. Some people who prefer original Music Product to illegal one will leave illegal while their income increases but, for those who prefer illegal Music Product with good quality to better-quality original will buy more illegal Music Products consider that, they can get more entertainment (counted based on quantity purchased ) than just buy small quantity of original one. These preferences that determine the demand for Illegal and because currently, Indonesian people tend to be illegal Music Product -minded, there will be high demand and high demand will stimulate high supply that creates more existence of illegal
• Indonesia’s position as Developing Country
In this case, Indonesia’s position is as developing country especially, as low- income level country which means, there is a serious poverty problem inside ( see Figure 6 ) and the poor thing here, in the previous year ( 2005 ), poor people increases until 29.7 % or around 73 millions people. What a suprising value, consider that, government expect the decreasing quantity of poor people in 2005. This quantity then, support the existence of Illegal Music Product because low income people tend to love the cheap goods than the original one because of their less affordability through the goods also, poor people need extra income and it can be got by selling Illegal Music Product.

•Less Awareness to Intellectual Property Right
According to data from Indonesia’s General Directorate of HCPM ( Intellectual Property, Patent and brand ), since 1991 – 1997, for usual patent, there are 19,282 foreign patents and 319 domestic patents while for simple patent, there are 349 foreign patents and 260 domestic patents. As the information, the quantity of domestic patents registered never has a significant increasing, just around 1.9 - 4%. Just compare it with Japan which register around 320,000 domestic patents / year or USA which register around 100,000 domestic patents / year. This low quantity in Indonesia happened because, as general, in getting Intellectual Property right, people must propose an application or register the intellectual property and that’s the main problem here because, the creator in Indonesia just give a little attention connected with registering their product because, they think, in Indonesia, the law protection still weak so, why should they waste money and time to register ( while the time can be used to create ) if later, their Music Product will be pirated and no significant action from the law enforcer. Now, less attention to Intellectual Property Right will make many products created and existed without protection and it will be a very good news for the people who pirate the goods because, there will be less or no fine for them to copy or pirate the original goods.

•Weakness of Law Enforcement in Indonesia
Actually, for destroying the existence of Illegal Music Product in Indonesia is not so difficult for the law enforcer in Indonesia because there is UU No.19 / 2002 about intellectual property right which become the strong reason for the Law Enforcer to arrest and seizure connected with illegal Music Product. As what have already happened in Indonesia, Law Enforcers begin from socializing this law to its entire staff especially about its fine to the people who break this law which are in the form of Jail or just Material Fine. After the socialization, begin from 2003, Law Enforcer did some arrests and seizures in some places but, it doesn’t take a long time consider that after some periods, this activity become less and less and finally, the Illegal Music Products still exist even, there is a trade center in some cities in Indonesia like Jakarta and Surabaya so, what actually cause this thing happened ?
This case may be happened because of lack of knowledge about the characteristic of Illegal Music Product itself which create a barrier for law enforcers to do arrest and seizure directly also, less budget and Human Resource connected with destroying the illegal Music Product then, create big weaknesses of Indonesian law to destroy the piracy activity in Indonesia and these weakness gives more opportunity for the people who create the illegal Music Product.

Secuil Inspirasi Buat Para Penulis

MALAM YANG SEMPURNA UNTUK MATI

Diambil dari cerita “A perfect Night to Die” karya Dierdre W Honnold di Chicken Soup for The Writer’s soul

Ketika aku masih kecil, ibuku sangat suka berbicara tentang cerita yang suatu hari akan ia tulis dalam bukunya. Ia akan menggunakan semua pengalamannya, dan segala sesuatu yang telah ia pelajari tentang semua pengalamannya, dan segala sesuatu yang telah ia pelajari tentang semua orang yang ia kenal, dan menulis sebuah novel. Aku selalu senang ketika ia mulai mengatakan hal itu, karena entah bagaimana hanya dengan membicarakan hal itu tampaknya membuat ibu bahagia.

Itu pasti sesuatu yang menyenangkan, pikirku, menulis sesuatu yang begitu indah! Kami semua akan menjadi terkenal dan kaya, ibu berjanji. Dan aku mempercayainya; hanya membicarakannya sudah membuat ibu begitu bahagia. Aku bahkan tak bisa membayangkan betapa bahagianya kami ketika hal itu menjadi kenyataan.

Ketika tumbuh semakin besar, aku menjadi tidak sabar jika ibu mulai berbicara mengenai bukunya. Karena bahkan saat itu pun aku tahu jika seseorang ingin menjadi penulis, ia harus menulis, bukan membicarakannya. Entah bagaimana, ibu tidak pernah menulis.Tapi aku melakukannya, dan secara ajaib, beberapa tulisanku diterima sehingga aku pun menjadi penulis.

Beberapa tahun kemudian, ayahku menelepon; tiba saatnya bagiku dan saudara laki-lakiku untuk pergi menjenguk ibu kami untuk terakhir kali.

Ibu meninggal sebelum fajar.

Bukunya pun mati bersamanya.

Padahal, jika ia menulisnya, pasti bagus.

Ceritanya telah menghangatkanku, menghiburku, menggembirakanku, dan membuat kami menjadi semakin dekat ketika aku masih kecil. Buku itu berisi semua impian dan harapan ibuku, dan memberinya sesuatu untuk didambakan.

Buku itu mati malam itu.

Seorang penulis harus menulis. Itulah warisan ibuku untukku. Betapa aku sangat ingin membaca cerita ibuku.

Aku harus memastikan anak-anakku sendiri takkan penah merasakan penyesalan sedalam itu, mendamba sebesar itu untuk mengetahui ibu mereka. Aku harus memastikan bahwa kata-kata di dalam diriku mempunyai suara yang bisa kubagi. Aku akan menulis.

Dan pada malam kematianku, anak-anakku akan mengetahuiku. Mereka akan mengetahui bahwa aku mencintai mereka dan alasannya. Mereka akan mengetahui aspek hidup yang kucintai, dan bahwa aku seorang penulis.

Maka saat itu akan menjadi sebuah malam yang sempurna untuk mati.



Note: Jika kamu tertarik menjadi penulis, buku Chicken Soup for The Writer’s soul ini adalah buku yang sempuna untuk menjadi pegangan kamu. Kalo untuk aku pribadi, ini salah satu cerita yang paling menyentuh dan bikin aku berjanji kalo suatu saat, saat sudah waktunya aku menghadap Saat Yang Kuasa, aku nggak boleh ada penyesalan. Mungkin ini sebabnya sampai ini kamu masih membaca tulisan-tulisan urakan dari Orang Aneh yang satu ini yang, entah mengapa merasa bahwa menulis bisa menghidupi dirinya.


Tentang Menciptakan Chemistry Antar Tokoh

Tips ini didapet dari blog yang namanya Soup Laler Ijo

Menciptakan Chemistry antara tokoh.

Apa persamaan antara Scarlett O’Hara dan Rhett Butler, Tom dan Jerry, serta Sherlock Holmes dan Dr. Watson? Oke. Mereka semua memang pasangan fiktif. Tapi mereka semua memiliki satu hal yang lebih dari sekedar karakter fiktif. Mereka semua memiliki chemistry dengan pasangannya. Ketika kamu ingat kata Scarlett, kamu akan ingat Rhett. Ketika kamu ingat Tom, kamu langsung ingat Jerry. Bagaimana dengan Sherlock Holmes dan Dr. Watson? Tentu saja mereka adalah salah satu pasangan detektif paling terkenal di dunia fiksi.

Menjelaskan chemistry, saya kira, sama susahnya dengan menceritakan mengapa kita menyukai atau membenci seseorang. Namun satu hal yang bisa saya katakan adalah ketika satu tokohmu tidak mungkin menarik tanpa adanya karakter yang lain, itulah chemistry. Apakah tokoh Jerry yang cerdas akan menarik kalau ia tidak bertemu dengan Tom yang bodoh dan kekeuh dalam mengejar Jerry? Apakah sifat Scarlett yang keras kepala akan menarik kalau Rhett tidak memiliki sifat sama kerasnya?

Kita bisa mengenali adanya chemistry pada kedua tokoh cerita bila pembaca (atau penonton) merasa senang melihat dua tokoh tersebut berinteraksi. Kita yakin cerita ini akan kehilangan nyawa bila karakter pasangannya dihapus atau diganti dengan karakter lain. Ibaratnya jodoh, kedua pasangan itu harus ada (dan harus seperti itu) atau cerita itu tidak akan hidup.

Tentu saja chemistry ini tidak harus muncul dalam bentuk hubungan romantis (walaupun itu yang paling mudah untuk dimunculkan). Kamu bisa memunculkan chemistry ini dalam hubungan pertemanan, orang tua-anak, kakak-adik, kakek-cucu, atau bahkan musuh. Ada banyak contoh di mana tokoh utama memiliki keterikatan dengan musuhnya. Bagaimana dengan Batman dan Catwoman atau Hannibal Lecter dan Clarice Starling?

Jika kamu sudah membuat karakter, coba tambahkan ini ke dalam dua tokoh utamamu. Jika belum, pikirkan dua karakter yang saling bertolak belakang mungkin secara fisik, finansial, usia, atau bahkan latar belakang. Apa yang terjadi kalau mereka bertemu? Konflik apa yang mungkin muncul? Bagaimana keduanya bisa saling tertarik? Apa yang membuat keduanya dekat? Apa yang membuat mereka membutuhkan yang lain? Cobalah menambah chemistry dan perhatikan, daya tarik ceritamu akan semakin kuat.

source : Forum Pulau Penulis


Fiksi dan NonFiksi

Ini ada postingan bagus dari Jonru :
Belum Bisa Membedakan FIKSI dengan NONFIKSI?

Pada sebuah kegiatan di Sekolah-Menulis Online BelajarMenulis.com beberapa hari lalu, ada dua siswa yang menanyakan hal yang sama:

“Awalnya saya menulis nonfiksi, yakni sebuah artikel tentang A. Tapi lama-kelamaan, tulisannya kok menjadi fiksi, ya? Bagaimana cara mengatasinya?”

Pertanyaan ini membuat saya agak bingung, karena itu saya meminta si siswa untuk memberikan penjelasan lebih detil.

Mereka pun menjelaskan.

“Begini. Saya kan menulis sebuah artikel tentang A. Di situ saya menjelaskan analisis dan diskripsi tentang A itu. Tapi tanpa saya sadari, tulisan itu akhirnya berubah menjadi penulisan opini saya mengenai A.”

“Oke, lalu di mana letak fiksinya?” tanya saya.

“Ya pada opininya itu.”

“Lho, Anda menganggap opini itu sebagai fiksi?”

“Memang begitu, kan?”

* * *

Terus terang, kejadian ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Sekitar setahun lalu, saya pun pernah ditanyai oleh seorang teman, “Apa sih, perbedaan antara fiksi dengan nonfiksi?”

Bahkan, seorang teman pernah berkata, “Saya sudah terbiasa menulis dengan gaya bahasa yang ringan, pakai sapaan AKU, pokoknya jauh dari resmi. Karena itulah saya tidak berani menulis nonfiksi. Soalnya nonfiksi itu kan tulisan yang serius dan resmi.”

Sejujurnya, selama ini saya menganggap bahwa SEMUA penulis PASTI sudah tahu apa perbedaan antara fiksi dengan nonfiksi. Tapi pengalaman-pengalaman di atas, terus terang membuat saya terperangah sekaligus sadar, bahwa anggapan saya ternyata keliru.

Dari hasil obrolan dengan teman yang belum bisa membedakan antara fiksi dengan nonfiksi tersebut, saya mendapat kesimpulan bahwa dia mengira pembedaan antara fiksi dengan nonfiksi adalah dalam hal GAYA BAHASA. Bila suatu tulisan menggunakan bahasa yang “mendayu-dayu”, indah, nyastra, berbunga-bunga, maka itu adalah tulisan fiksi.

* * *

Mungkin, banyak di antara Anda - para penulis senior - yang geleng-geleng kepala dan merasa heran atas cerita saya di atas. Itu bukan karangan saya semata, tapi itu adalah fakta yang saya temukan di lapangan.

Karena itulah, kali ini saya mencoba memberikan semacam “pelurusan makna” atas isu yang - barangkali - “cukup krusial” ini. Bila tidak diluruskan, saya khawatir jika di masa depan, makin banyak orang yang salah kaprah mengenai perbedaan antara fiksi dengan nonfiksi.

Baiklah!
Perbedaan antara fiksi dengan nonfiksi sebenarnya SANGAT SEDERHANA. Kita akan mulai dari hal yang paling mudah dipahami.

Selama ini, Anda tentu sudah sering mendengar istilah ‘perusahaan fiktif’. Saya yakin Anda tahu apa maksud dari istilah ini. Ya, perusahaan fiktif adalah perusahaan bohongan, tidak benar-benar ada.

Nah, TULISAN FIKSI memiliki pengertian yang lebih kurang sama. Fiksi adalah jenis tulisan yang hanya berdasarkan imajinasi. Dia hanya rekaan si penulisnya.

Jadi, Anda pasti sudah setuju sekarang, bahwa jenis-jenis karya seni berikut ini merupakan karya fiksi:
Cerita pendek (cerpen), novel, sinetron, telenovela, drama, film drama, film komedi, film horor, film laga.

* * *

Jika Anda telah paham apa itu FIKSI, maka memahami NONFIKSI akan jauh lebih mudah. Coba amati kata NON yang terdapat di depan kata FIKSI. Arti dari “non” adalah “tidak” atau “selain”.

Jadi, TULISAN NONFIKSI adalah tulisan-tulisan yang isinya BUKAN FIKTIF, bukan hasil imajinasi/rekaan si penulisnya.

Dengan kata lain, NONFIKSI adalah karya seni yang bersifat faktual. Hal-hal yang terkandung di dalamnya adalah nyata, benar-benar ada dalam kehidupan kita.

Jadi, Anda pasti sudah setuju sekarang, bahwa jenis-jenis karya seni berikut ini merupakan karya nonfiksi:
Artikel, opini, resensi buku, karangan ilmiah, skripsi, tesis, tulisan-tulisan yang berisi pengalaman pribadi si penulisnya (seperti diary, chicken soup for the soul, laporan perjalanan wisata), berita di koran/majalah/tabloid, film dokumenter, dan masih banyak lagi.

* * *

Kesimpulan:

Perbedaan antara fiksi dengan nonfiksi sebenarnya hanya terletak pada masalah faktual atau tidak, imajiner atau tidak.

Jadi, perbedaan antara keduanya sama sekali tidak ada hubungannya dengan gaya bahasa atau apapun selain masalah fakta atau imajiner.

Dengan demikian, bisa saja tulisan nonfiksi menggunakan gaya bahasa yang “nyastra”, mendayu-dayu, berbunga-bunga, sebagaimana halnya yang sering kita temukan pada naskah-naskah cerita pendek (cerpen) atau novel. Tulisan nonfiksi bisa saja menggunakan bahasa yang sangat serius, atau sangat santai dan selengekan, seperti buku Kambing Jantan karya Raditya Dika.

Dan - SECARA TEORI - bisa saja cerpen atau novel menggunakan bahasa yang serius dan formal seperti skripsi atau karangan ilmiah. Ya, itu bisa saja. Kenapa tidak? Jangan katakan itu tidak mungkin, sebab siapa tahu suatu saat nanti ada penulis yang berhasil menulis novel dengan menggunakan bahas ilmiah, tapi tetap asyik untuk dibaca.

Di dunia jurnalistik, kita juga mengenal istilah “jurnalisme sastra”, yakni penulisan berita (NONFIKSI) yang menggunakan gaya bahasa sastra, sehingga berita-berita yang kita temukan di majalah tertentu akan terasa seperti novel. Padahal yang ditulis di sana adalah KISAH NYATA atau FAKTA, atawa NONFIKSI.

* * *

Sebagai penutup, saya merasa perlu memaparkan dua hal berikut:

SATU:
Memang, karena alasan tertentu, ada juga penulis yang memasukkan unsur-unsur fiksi ke dalam tulisan nonfiksi. Misalnya: Seorang wartawan menulis sebuah berita, lalu di dalamnya ada wawancara imajiner dengan seorang tokoh yang juga imajiner.

Mungkin Anda mengira bahwa tulisan jenis ini adalah 50 persen nonfiksi dan 50 persen fiksi. Ada juga yang berpendapat ini sudah 100 persen fiksi. Sementara orang lainnya mengatakan tulisan seperti ini masih murni nonfiksi.

Kita bisa saja berdebat panjang mengenai hal-hal seperti itu. Tapi menurut saya, itu bukanlah hal yang terlalu prinsip untuk dibahas. Selama tulisan tersebut bermanfaat bagi pembaca dan tidak merugikan siapapun, saya kira berdebat tentang jenis tulisan hanya akan membuang-buang waktu.

DUA:
“Bagaimana bila IDE DASAR dari tulisan fiksi adalah FAKTA? Contohnya, banyak juga film atau novel yang diangkat dari kisah nyata.”

Untuk menjawab pertanyaan ini, coba Anda baca tulisan saya yang berjudul “Menulis Cerpen Berdasarkan Kisah Nyata”.

Semoga bermanfaat, dan semoga tak ada lagi salah kaprah mengenai pengertian fiksi dan nonfiksi.

Cilangkap, 18 Februari 2008

Jonru

Lomba Menulis Untuk Remaja

Dalam rangka Ulangtahun Galangpress
ke-5, penerbit Pustaka Anggrek
menyelenggarakan “Lomba Nulis” untuk
seluruh remaja SMA dan sederajat se-DIY
dan Jateng. Hadiah menarik menanti tiga
pemenang yang beruntung. Karena
Galangpress akan membagikan 300 buah
buku pada masing-masing pemenang. Selain
itu, hadiah berupa uang tunai dan piagam
pastinya juga tidak lupa diberikan.

Tertarik untuk mengikutinya? ? Pilih saja
salah satu tema berikut ini: Andai
Sekolahku Tanpa Aturan, Andai Ortuku
Gaul Sekaleee, atau Andai Aku Presiden
Amrik. Lalu, jangan sungkan-sungkan
untuk mengirimnya ke: Penerbit Pustaka
Anggrek – Galangpress Grup, Jl. Anggrek
3/34, Yogyakarta, 55225. Atau lewat
email ke pustakaanggrek@ galangpress. com.
Tapi jangan lupa untuk menuliskan “Lomba
Nulis Remaja” di pojok kiri atas amplop
atau di subject emailmu. Dan juga
menyertakan fotokopi kartu pelajar.

Buat saja sebuah naskah menarik dan
gila, yang “kamu bangeettt dehh..”,
dengan minimal 5 halaman. Karna kami
akan menunggu ide-ide gilamu dan
pikiran-pikiran liarmu sampai dengan
tanggal 25 April 2008.

Selanjutnya, para pemenang bakal
makeURL("diumumin di website www.galangpress. com","eHNsL2J1bG xldGluLnhzbA= =");diumumin di website www.galangpress. com
pada 5 Mei 2008


Sayembara Novel DKJ

SAYEMBARA MENULIS NOVEL
DEWAN KESENIAN JAKARTA 2008

sumber: milis apsas

Untuk merangsang dan meningkatkan kreativitas pengarang Indonesia dalam penulisan novel, Dewan Kesenian Jakarta kembali menyelenggarakan Sayembara Menulis Novel. Lewat sayembara ini, DKJ berharap akan lahir novel-novel terbaik, baik dari pengarang Indonesia yang sudah punya nama maupun pemula, yang memperlihatkan kebaruan dalam bentuk dan isi.


Ketentuan Umum
- Peserta adalah warga negara Indonesia (dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk atau bukti identitas lainnya).
- Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah.
- Naskah belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun, baik sebagian maupun seluruhnya.
- Naskah tidak sedang diikutkan dalam sayembara serupa
- Naskah dan judul ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik
- Tema bebas


Ketentuan Khusus
- Panjang naskah minimal 100 halaman A4, 1,5 spasi, Times New Roman 12
- Peserta menyertakan biodata dan alamat lengkap dalam lembar tersendiri, di luar naskah
- Lima salinan naskah yang diketik dan dijilid dikirim ke:


Panitia Sayembara Menulis Novel DKJ 2008
Dewan Kesenian Jakarta
Jl. Cikini Raya 73
Jakarta 10330
Telp. 021-3193 7639 / 316 2780

- Batas akhir pengiriman naskah: 31 Agustus 2008 (cap pos atau diantar langsung)


Lain-lain
- Para Pemenang akan diumumkan dalam Malam Anugerah Sayembara Menulis Novel DKJ 2008 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada akhir Desember 2008
- Hak Cipta dan hak penerbitan naskah peserta sepenuhnya berada pada penulis
- Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan surat-menyurat
- Pajak ditanggung pemenang
- Sayembara ini tertutup bagi anggota Dewan Kesenian Jakarta Periode 2006—2009


Hadiah
Juara I Rp 20.000.000
Juara II Rp 15.000.000
Juara III Rp 12.500.000


Lomba Menulis Esai

Lomba Menulis KSMPMI Berhadiah Total 4,5 Juta Rupiah
Posted on February 4, 2008 by ksmpmi

LOMBA KARYA TULIS MAHASISWA 2008

HUBUNGAN INTERNASIONAL

UNIVERSITAS PARAHYANGAN BANDUNG

DEADLINE: 23 MARET 2008

TEMA

INDONESIA’S YOUNG GENERATION UNWRAPS THE INTERNATIONAL PROBLEMS


SUBTEMA

1. Indonesia and Global War on Terrorism

2. The Young Diplomat’s Contribution to Indonesia’s Role in International Relations

3. Toward the Indonesia’s Readiness on Millennium Development Goals

4. Globalization’s Challenge to Indonesia’s Cultural Values

5. Youth’s Concern Regarding Issue on Global Warming


JUDUL

Judul bebas (Peserta bebas menentukan judul, tetapi masih dalam batasan tema yang ditentukan)


PESERTA

• Mahasiswa dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia segala jurusan dan disiplin ilmu.

• Umum



KRITERIA dan KETENTUAN PENULISAN

• Karya tulis yang diikutsertakan berbentuk esai, merupakan karya orisinal yang keasliannya dapat dipertanggungjawabkan, bukan saduran, bukan terjemahan.

• Karya tulis belum pernah diikuksertakan dalam lomba sejenis.

• Karya tulis dapat ditulis menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris.

• Peserta hanya dapat mengirimkan satu judul karya tulis.

• Panjang tulisan minimal 4.000 – 12.000 karakter untuk semua kategori.

• Tulisan diketik, ukuran huruf Times New Roman 12, spasi rangkap, ukuran kertas A4.

• Karya tulis dikirimkan selambatnya 23 Maret 2008 (Cap Pos)


PELAKSANAAN LOMBA :

1. Esai dikirim kepada panitia melalui pos dan paling lambat tanggal 23 Maret 2008 (cap pos).

2. Panitia akan menetapkan 10 Karya Tulis terbaik sebagai finalis LKTM 2008, yang akan dipresentasikan pada 25 April 2008. Pengumuman finalis akan diumumkan pada bulan April 2008. 10 Karya Tulis terbaik akan langsung dihubungi oleh panitia.

3. Pengumuman pemenang akan diumumkan pada 25 April 2008 dan penganugerahan penghargaan serta hadiah akan dilakukan pada 26 April 2008 dalam acara tahunan Seminar Internasional KSMPMI.


PESERTA WAJIB MENGIRIMKAN

1. Peserta hanya dapat mengirimkan satu judul karya tulis;

2. Naskah karya tulis asli dalam bentuk hardcopy dan softcopy.

3. Curriculum Vitae (CV) penulis dan fotokopi tanda pengenal diri.

4. Esai dikirim dalam bentuk cetak rangkap 2 (dua) dan disertai soft file berupa disket atau CD.

5. Esai dikirim kepada panitia selambat-lambatnya tanggal 23 Maret 2008 (cap pos).

6. Naskah lomba dikirimkan dalam sampul tertutup, pada sudut kiri atas dicantumkan kode “LKTM SENTRIS – 2008″, dan dialamatkan kepada Panitia Lomba Karya Tulis Mahasiswa 2008 tentang melalui pos dengan alamat :

a/n ANDRE

STAFF JURUSAN HUBUNGAN INTERNASIONAL – FISIP

Gedung Administrasi FISIP UNPAR

Jl Ciumbuleuit no.94 (Gedung 3) BANDUNG

Telp : 022 – 203 3557 ext 310

Fax : 022 – 203 8485


Untuk informasi lebih lanjut hubungi :

Wulani Sriyuliani : 08122230856

Ryan Adiputra R : 0813222 99906

Retta A. : 08562193913


e-mail : Lktm2008@hotmail.com

ksmpmi_unpar@yahoo.com


KRITERIA PENILAIAN

• Sistematika Penulisan

• Aspek bahasa

• Kekayaan informasi

• Karya tulis bersifat rasional dan didukung pula dengan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Penulisan sistematis, memuat unsur-unsur pengidentifikasian masalah, analisa dan pembahasan serta saran yang konstruktif.

• Kejelasan permasalahan, argumentasi, keterbacaan serta mampu menumbuhkan kesadaran dan meningkatkan pemahaman masyarakat luas terhadap permasalahan generasi muda Indonesia dan masalah dalam konteks internasional.

• Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat


PENGHARGAAN dan HADIAH

• Pemenang I : Tropi, sertifikat dan uang sebesar Rp. 2.000.000,-

• Pemenang II : Tropi, sertifikat dan uang sebesar Rp. 1.500.000,-

• Pemenang III : Tropi, sertifikat dan uang sebesar Rp. 1.000.000,-



Contact Person

Wulani Sriyuliani : 08122230856

Ryan Adiputra R : 081322299906

Retta A. : 08562193913


e-mail : Lktm2008@hotmail.com

ksmpmi_unpar@yahoo.com


Lomba Penulisan Berbasis Cerita Rakyat

Lomba Penulisan Puisi dan Cerita Pendek Berbasis Cerita Rakyat
I. Ketentuan Umum

Acuan utama lomba ini adalah penulisan puisi dan cerita pendek dilaksanakan sebagai hasil proses interpretasi terhadap cerita rakyat Jambi. Sumber cerita rakyat dapat berasal dari manuskrip, buku cerita rakyat yang telah diterbitkan ataupun sumber-sumber lisan. Aspek kreatifitas sebagai hasil interpretasi merupakan acuan utama lomba ini. Oleh karena itu sangat terbuka adanya pemahaman yang beragam dari peserta lomba baik dari sisi tema, tokoh, latar maupun aspek-aspek lain.

Peserta terbuka untuk umum.
Tema puisi dan cerita pendek bersifat bebas atau tidak mengikat, tidak bersifat SARA.
Peserta melampirkan biodata, foto diri ukuran post card, berwarna sebanyak 2 lembar.
Naskah puisi dan cerita pendek telah diterima panitia selambat-lambatnya pada 31 Maret 2008.
II. Ketentuan Khusus

A. Lomba Penulisan Puisi Berbasis Cerita Rakyat Jambi.

Peserta diperkenankan mengirimkan 3 (judul) puisi.
Belum pernah dipublikasikan di media massa baik lokal maupun nasional, ataupun dalam bentuk buku atau antologi maupun melalui internet.
Karya cipta harus asli, bukan terjemahan maupun saduran, jiplakan atau dibuatkan oleh orang lain (bukan hasil plagiat), dan bukan hasil klaim terhadap hak cipta orang lain.
Apabila pada karyanya terdapat ungkapan, istilah, kata frase, kalimat dan bahasa setempat (bahasa Melayu Jambi dan dialeknya) harus dibuat penjelasannya yang ditulis pada lembar tersendiri.
Diketik rangkap 4 pada kertas ukuran kuarto, huruf Times New Roman, font 12 pt, spasi 1,5.
B. Lomba Penulisan Cerita Pendek Berbasis Cerita Rakyat Jambi.

Peserta diperkenankan mengirimkan 3 (judul) cerpen.
Belum pernah dipublikasikan di media massa baik lokal maupun nasional, ataupun dalam bentuk buku atau antologi maupun melalui internet.
Karya cipta harus asli, bukan terjemahan maupun saduran, jiplakan atau dibuatkan oleh orang lain (bukan hasil plagiat), dan bukan hasil klaim terhadap hak cipta orang lain.
Apabila pada karyanya terdapat ungkapan, istilah, kata frase, kalimat dan bahasa setempat (bahasa Melayu Jambi dan dialeknya) harus dibuat penjelasannya yang ditulis pada lembar tersendiri.
Diketik rangkap 4 pada kertas ukuran A4, huruf Times New Roman, font 12 spasi ganda, minimal 6 halaman maksimal 10 halaman.
Naskah, biodata, surat pernyataan, tanda pengenal yang masih berlaku, lembar penjelasan dikirimkan dalam amplop tertutup disertai disket atau Compact Disc ke alamat:

Panitia Lomba Penulisan Puisi dan Cerita Pendek Berbasis Cerita Rakyat Jambi
Jambi Writing Program
Jln. Prof. HMO. Bafadhal RT. 07 RW. 03 No. 04 Cempaka Putih – Jambi 36134,

Pada kiri atas amplop ditulis jenis lomba yang diikuti.

Dapat pula dikirim via e-mail ke: newwacana@yahoo.com

III. Dewan Juri

Untuk memperoleh obyektifitas penilaian pada lomba “Penulisan Puisi dan Cerita Pendek Berbasis Cerita Rakyat Jambi” ditentukan 3 (tiga) orang dewan juri dengan komposisi 2 (dua) orang dari luar provinsi Jambi dan 1 (satu) orang dari Jambi.

IV. Hadiah dan Penghargaan

A. Hadiah dan penghargaan untuk lomba penulisan puisi.

1 pemenang: hadiah uang Rp. 1.000.000, plakat dan paket buku.
10 nominasi : hadiah uang Rp. 500.000,-, plakat dan paket buku.
B. Hadiah dan penghargaan untuk lomba penulisan cerita pendek

1 pemenang: hadiah uang Rp. 2.000.000, plakat dan paket buku.
10 nominasi : hadiah uang Rp. 500.000,-, plakat dan paket buku.
Keseluruhan puisi dan cerita pendek pemenang serta nominasi akan dibukukan dalam kumpulan puisi dan cerita pendek yang akan disosialisasikan bersamaan dengan pengumuman pemenang dan nominasi pada 1 Mei 2008. Pemenang pertama dari tiap-tiap kategori akan diundang panitia untuk menghadiri pengumuman pemenang dan peluncuran
buku hasil lomba.


LOMBA CERITA KONYOL REMAJA 2008 Oleh GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA (GPU)

DICARI:
CERITA REMAJA YANG KONYOL DAN LUCU!

Sejak tahun 2004 GPU telah sukses mengorbitkan banyak penulis TeenLit.
Tulisan-tulisan mereka sangat segar dan bikin penasaran. Nah, tahun 2008 ini
kami ingin mencari sesuatu yang baru. Apa lagi kalau bukan cerita-cerita
remaja yang konyol dan lucu?

Oke deee, tunggyu apa lagi? Sekaranglah kesyempatan buat kamyu-kamyu bikin
ceritha konyuol yang bisya bikhin terpingkhal-

pingkhal.

Tapi sebelum itu, baca dulu yuk persyaratannya!

Syarat umum mengikuti lomba:
* Lomba terbuka untuk warga negara Indonesia berusia di atas 15 tahun.
* Naskah berupa karya asli, bukan terjemahan atau saduran.
* Naskah belum pernah dipublikasikan di media massa, dan tidak sedang
diikutsertakan dalam sayembara lain.
* Peserta boleh mengirim lebih dari satu naskah.
* Lomba ini tidak berlaku bagi karyawan PT Gramedia Pustaka Utama dan
keluarganya.

Syarat khusus Lomba Cerita Konyol Remaja:
* Tema cerita bebas dan harus menceritakan dunia remaja yang penuh
warna-warni.
* Naskah dalam bentuk novel (boleh dari blog pribadi).
* Ditulis dalam bahasa Indonesia yang lincah, segar, populer, gaul, tidak
vulgar, tidak mengandung SARA.
* Panjang naskah 100-200 hlm, ukuran kertas A4, diketik 1,5 spasi, font
Times New Roman 12 pt, sudah dijilid dan diberi nomor halaman.
* Kirimkan naskah (print out plus disket), sinopsis cerita, biodata penulis
plus foto, serta fotokopi tanda pengenal penulis (KTP/Kartu Pelajar) ke:

PANITIA LOMBA CERITA KONYOL REMAJA 2008
Redaksi Fiksi PT Gramedia Pustaka Utama
Gedung Gramedia Lt. 3
Jl. Palmerah Barat 33-37
Jakarta 10270

Cantumkan "LOMBA CERITA KONYOL REMAJA 2008"di pojok kiri atas amplop.
* Sertakan 2 lembar kupon asli yang ada di dalam novel-novel TeenLit
Gramedia Pustaka Utama terbitan Februari - Juni 2008.
* Redaksi berhak mengganti judul dan menyunting isi.
* Karya kami tunggu selambat-lambatnya 30 Juni 2008 (cap pos)
* Hak untuk menerbitkan naskah ada pada PT Gramedia Pustaka Utama.

Hadiah:
Juara 1: Rp. 7.000.000 + trofi + hadiah lainnya
Juara 2: Rp. 5.000.000 + trofi + hadiah lainnya
Juara 3: Rp. 3.000.000 + trofi + hadiah lainnya
Bagi 10 Pemenang Berbakat, karyanya akan diterbitkan.

Pemenang akan diumumkan pada bulan November 2008 di harian KOMPAS dan
website PT Gramedia Pustaka Utama (www.gramedia.com)

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi 53677834 psw 3213/3212.

BURUAN KIRIM NASKAHNYA YA!


My Blog's Readibility Test

Pas waktu baca multiplynya mba' Primadonna Angela, aku sempat baca tentang situs yang menilai tingkat readable-nya sebuah blog dan pas coba-coba, hasilnya...JRENG..JRENG...JRENG...
blog readability test

Movie Reviews


Jadi malu,hehehehe...


Lomba menulis Novelette Tabloid Nyata

JANGAN PENDAM BAKAT MENULIS ANDA!
SYARAT UMUM:

- Penulis adalah Warga Negara Indonesia

- Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan menggunakan ejaan yang disempurnakan

- Naskah harus asli, dan bukan merupakan terjemahan

- Naskah belum pernah dan tidak dalam proses dipublikasikan di media massa cetak maupun elektronik. Naskah juga tidak sedang diikutsertakan di sayembara lain.

- Naskah yang tidak menang tetapi dianggap cukup baik akan dimuat di edisi biasa. Penulis akan mendapatkan honor yang sesuai

- Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat, dan tidak diadakan surat menyurat


NOVELETTE

Punya ide cerita seputar romantisme kehidupan wanita? Coba tulis dalam novelette (fiksi prosa pendek) dan sertakan dalam Sayembara Novelette Nyata. Siapa tahu Anda akan menjadi penulis fiksi kenamaan.

Hadiah Sayembara Novelette:

(Sudah termasuk honorarium pemuatan dan tidak menutup kemungkinan jumlah pemenang bertambah)

Pemenang I Rp 6.000.000,-

Pemenang II Rp 4.500.000,-

Pemenang III Rp 2.500.000,-

Syarat Teknis Sayembara Novelette:

- Novelette bertema romantisme kehidupan wanita

- Diketik dengan komputer di atas kertas HVS folio/kwarto dengan jarak dua spasi dengan font 12

- Panjang 40-50 halaman, dikirim sebanyak empat rangkap disertai satu (1) CD berisi naskah dan foto copy identitas serta nomor telepon yang bisa dihubungi
Disertai selembar synopsis keseluruhan cerita, dan selembar pernyataan bahwa naskah asli, bukan terjemahan, belum pernah dan tidak dalam proses dipublikasikan di media massa cetak dan elektronik. Tidak pula sedang diikutsertakan di sayembara lain

- Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu naskah novelette dengan kupon asli Sayembara Novelette yang ditempel di amplop ke asli dikirim ke Tabloid Nyata:

* Graha Pena Lt 3, Jalan A Yani 88 Surabaya, atau

* Graha Pena Lt 7, Jalan Kebayoran Lama 12, Jakarta Selatan,

- Naskah ditunggu selambat-lambatnya 29 Maret 2008

- Pemenang akan diumumkan di Tabloid Nyata pada edisi minggu keempat April 2008


Please,Jangan bertanya waktu aku presentasi

Dulu waktu kuliah (contohnya kebanyakan waktu kuliah soalnya waktu kuliah, bawaannya presentasi melulu, apalagi waktu di semester akhir,GUBRAAK!!), aku termasuk si aktif bertanya. Yang aneh di sini, beberapa temanku sering meminta agar aku nggak bertanya saat mereka presentasi dengan menelorkan beberapa alasan:
1. Mereka gugup waktu presentasi jadi, pasti blank dan nggak bakal bisa memikirkan jawabannya. Ada yang malah mengusulkan, bagaimana kalo ditanya pas klar presentasi aja... (orang yang aneh..)
2. Mereka takut malu saat nggak punya jawaban
Dan, ada ribuan alasan lainnya yang merupakan turunan dari dua alasan di atas.
Aku nggak pernah abis mengerti mengapa mereka harus takut pada pertanyaan yang ada karena menurutku, sukses nggaknya sebuah presentasi dapat dilihat dari jumlah pertanyaan yang ada. Kalo pertanyaannya banyak, berarti presentasinya menarik. Sebaliknya, kalo pertanyaannya sedikit berarti presentasinya nggak menarik a.k.a membosankan. Jadi, secara nggak langsung, mereka meminta aku untuk membantu mereka menggagalkan presentasi mereka dong...!!
Pertanyaan, menurut pendapatku adalah pengetes seberapa jauh pengetahuan kita tentang materi yang dibawakan. Kalo semuanya kejawab ya syukur. Berarti,persiapan kita OK tapi, yang menarik di sini kalo sampe kita nggak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan. Mm..kalo dari aku, kalo aku nggak bisa menjawab pertanyaan tersebut:
1. Mengakui kekurangan
Terkadang, kita harus mengakui kekurangan kita dan bukannya memberikan jawaban asal tanpa ujung. Katakan saja maaf karena belum sampai di pembahasan yang dimaksud dan kalau perlu, pertanyaan bisa dibuka untuk forum jadi, kalo ada yang tahu jawabannya boleh mengangkat tangan. Sebagai tambahan, yah...senjata terakhir adalah, silahkan bertanya pada narasumber yang duduk manis a.k.a dosen/guru kita.
2. Setelah Presentasi, gigih mencari jawaban untuk pertanyaan tersebut.
Kalo ada pertanyaan yang nggak bisa dijawab, berarti pengetahuan kita masih kurang yang artinya, setelah presentasi, bila kita memang berniat belajar, kita bisa mencari jawabannya di perpustakaan atau internet sehingga lain kali kalo ditanya lagi, kita bisa menjawabnya.
Pada akhirnya, pertanyaan dalam sebuah presentasi sebenarnya bukan hal yang patut ditakuti tapi harusnya adalah suatu hal yang melengkapi presentasi kita jadi, jangan lupa untuk selalu menaruh “Any Questions?” di akhir slide presentasi kamu,hihihi....


TIPS MENULIS TIPS

Salah satu rubrik yang paling menarik dalam sebuah media cetak adalah tips alias bagaimana caranya membuat atau melakukan sesuatu. Berminat untuk menulis tips? Coba baca tulisan yang aku ringkas dari buku Quick Journalism :
1. Tahu “Bahasa” yang digunakan untuk menulis Tips
Untuk yang masih pemula, harus rajin membaca tulisan-tulisan tentang tips yang ada di berbagai media cetak. Semakin sering kamu membaca dan berlatih, semakin ahli kamu menulis tips bikinan kamu sendiri. Selain itu, jangan lupa untuk memperbanyak perbendaharaan bahasa indonesia kamu.
2. Kamu pernah melihat hasil nyata dari tips yang kamu buat.
Nah, setelah melaksanakan langkah di atas, kamu harus mencoba dulu tips yang akan kamu tulis. Kalo kamu mau bikin tips menghilangkan noda, tentunya kamu harus sudah berhasil menghilangkan noda dengan merealisasikan tips itu (atau minimal melihat orang lain berhasil dengan tips kamu). Ingat!! Jangan sekali-sekali menulis tips yang belum pernah kamu lihat hasil nyatanya. Bisa amburadul,bo!!
3. Cantumkan Foto kalau perlu
Keberadaan foto tentang langkah-langkah tips akan mempermudah pembaca untuk mengerti tips kamu (apabila tips kamu cukup rumit) dan keberadaan foto-foto tentang hasil nyata tips kamu akan membuat pembaca kamu semakin yakin untuk segera mencoba tips kamu.
Sekedar tambahan, namanya juga tips, jangan sampai dibuat panjang seperti karangan. Tips yang baik haruslah singkat, padat dan jelas sehingga tak membuat pembaca bosan. Selain itu, hindari tanda tanya dalam langkah tips karena akan menurunkan tingkat kepercayaan pembaca pada tips yang kamu buat. Namun, untuk tanda tanya di akhir tips (contoh: apakah anda sudah siap untuk mencobanya?) tidaklah dilarang.


Tips untuk Lomba Esai

Baru-baru ini, aku sempat iseng-iseng ikut lomba esai bertema pendapat, pandangan dan kritik tentang pelestarian film indonesia. Berhubung masih awam dalam penulisan esai, jadi penasaran ingin baca-baca tentang esai. Kebetulan, waktu ke gramedia ada buku menarik. Judulnya : Menulis Itu Ibarat Ngomong karya Septiawan Santana K.
Nah, menurut Om Septiawan,ada beberapa jenis esai,yaitu :
1. Esai Deskriptif
Deskripsi adalah penggunaan kata-kata untuk merekreasikan sebuah pengalaman, dimana pendengar atau pembaca dapat merasakan pengalaman tersebut. Sebagai contoh, esais deskriptif tak akan hanya menulis, “anak presiden itu ganteng” namun dia akan menulis “wajah anak presiden itu merupakan perpaduan sempurna antara Brad Pitt dan Josh Harnett” (huu..maunya,hehehe....)
2.Esai Persuasif
Sesuai dengan namanya, esai ini bertujuan untuk membujuk pembacanya agar melakukan apa yang diinginkan sang penulis. Jadi, tentu saja isi dari esai ini harusnya memiliki beberapa fakta yang menguatkan unsur rasionalitas dari esai yang bersangkutan, tanpa melupakan unsur emosi untuk menggerakkan hati sang pembaca (cie...)
3.Esai Informatif
Esai ini bertujuan untuk menjelaskan sesuatu yang belum diketahui pembacanya dengan harapan agar pembaca bisa mendapat pengetahuan yang baru maupun bisa mengetahui seluk-beluk suatu permasalahan yang sedang lucu-lucunya (baca:hangat).
4.Esai Interpretasi
Esai ini memaparkan informasi lewat perspektif penulisnya yang mana, penulis mengoleksi data untuk nantinya disatukan sesuai dengan kerangka esai yang sudah dibuat.Nah, sebagai contoh, seorang esais mengumpulkan data tentang tuduhan korupsi terhadap seorang jaksa lalu kemudian menghubungkannya dengan reaksi masyarakat internasional terhadap kebobrokan tersebut.
Untuk lebih detail tentang lomba esai, aku kebetulan mengunjungi multiply dhinny, salah satu administrator lomba (yang bertugas memilah-milah naskah yang layak dan kemudian memberikannya pada juri). Jangan sekali-sekali meremehkan tugas mereka loh, soalnya kalo sampe mereka dendam (hehehe), bisa-bisa naskah kita nggak nyampe ke tangan juri. Sayang,kan?
Nah, ini ni artikel menarik yang kubaca di multiply-nya :

Tips Buat Peserta Lomba Menulis (khususnya lomba essai)
Buat siapapun yang pernah, pengen, atau berminat ikut lomba menulis (khususnya lomba menulis essai).
Berikut saya berikan tips sebagai panduan:
1. LENGKAPI PERSYARATAN semaksimal mungkin. Misalnya disuruh kirim fotokopi identitas, sertakan naskah rangkap 3, bla bla bla... sertakanlah persyaratan itu dengan sangat lengkap. Karena kalau itu saja tidak dipenuhi, bisa jadi naskah anda sudah di-skip administrator sebelum sempat sampai ke tangan juri.
2. Lengkapi persyaratan DENGAN RAPI. Hal ini penting untuk memudahkan administrator dalam melaksanakan tugas. Jangan menyusahkan administrator kalau mau naskah anda selamat sampai ke tangan juri.
3. Bila hendak bertanya pada contact person (CP), tanyakanlah hal yang benar-benar penting. Jangan menanyakan hal-hal yang sudah ada pada pengumuman. Itu akan membuang pulsa dan waktu. (Juga akan bikin kesal CP. Bayangkan puluhan bahkan mungkin ratusan orang menanyakan hal yang sama). Kemudian bertanyalah yang sopan, jangan ngotot kalo mau pertanyaannya di jawab. Juga tidak usah menanyakan hal-hal yang tidak penting, seperti: "lagi ngapain?" yang akan semakin membuat kesal CP.
4. KIRIM naskah SEBELUM DEADLINE. ini akan menghindari naskah di skip karena telat masuk. Apalagi jika tidak ada penjelasan tanggal terakhir pengiriman itu harus sudah sampai ke tangan panitia atau cap pos. Setidaknya kirimlah tiga hari sebelum deadline.
5. JANGAN PERNAH MINTA PERPANJANGAN WAKTU PENGIRIMAN !!!! Tidak mungkin deadline lomba diundur hanya karena naskah anda belum masuk. Dan sebaiknya tidak meminta pengertian panitia mengenai keterlambatan naskah anda masuk (misal. "karena kelalaian pak pos, jadi naskah saya terlambat. Mohon diterima ya...ya?ya?")
6. Dalam menulis biodata, tulislah seperlunya atau yang diminta saja. Biodata yang harus ada: Nama lengkap, nomor telpon, alamat surat, email. Sisanya sertakan jika diperlukan. Kenapa data-data itu penting? Itu adalah untuk kontak panitia kepada anda sebagai peserta jika ternyata anda menang atau kita perlu berhubungan dengan anda. Tidak usah mencantumkan yang tidak perlu seperti: hobi, nama panggilan, motto, cita-cita, makanan kesukaan, hal yang disukai dan tidak disukai, dll. PLIS DEH, Emang kita peduli! Juga sebenarnya tidak terlalu perlu mencantunkan NPM/ no.mahasiswa. Itu lebih diperlukan kalo bikin tugas kuliah/ sekolah. Tapi yang penting, data kontak harus ada. Saynagkan, kalo seandainya kamu menang tapi di skip karena tidak tahu bagaimana panitia harus mengontak kamu.
Kenapa saya sangat mementingkan administrator? Karena administrator itu adalah orang pertama yang akan pegang naskah kamu. Selain ALLAH, juri dan yang lain nggak bakal tau kalo kita membuang/ menghilangkan naskah. Kita juga bisa men-delete naskah kamu dengan segera kalo kita dibuat pusing atau persyaratan administratif nggak lengkap (dalam berbagai lomba banyak kok yang naskahnya dibuang karena bikin pusing). Disitulah kekuasaan admnisitrator. makanya, jangan nyusahin kita, hahahaha.... :D
Sedikit tips bikin essay:
Berdasarkan pengalaman lihat juri lomba essay berdebat, coba kalo bikin essay itu
1. Penuh gagasan dan ide-ide cemerlang
2. Jangan klise
3. Jangan kayak bikin tugas/ makalah (ga usah pake pendahuluan, kesimpulan)
4. Data diperlukan untuk mendukung opini. Jangan sampe terlalu padet dengan data.
(sori mba' dhinny, aku lupa alamat multiplynya mba' jadi nggak aku kasih link ke situ...maap...)


situs bagus untuk belajar power point

Waktu iseng-iseng browsing tentang presentasi, aku sempat dapat situs bagus untuk belajar power point. Sudah gratis, gambarnya lucu-lucu lagi. Coba kunjungi situs ini
selamat belajar!!!



Postingan Lebih Baru Postingan Lama